Recent Posts

Contributors

Jumat, 14 Desember 2018
BUPATI PANEN LOBSTER DI PULAU BALANG LOMPO.
Bupati Pangkep, H. Syamsuddin Hamid SE, melakukan panen lobster di keramba warga yang ada di Pulau Balang Lompo. Udang bernilai ekspor ini, banyak di budidayakan warga,  karena hasilnya cukup menggiurkan.
Dg. Saidu, kini mulai tersenyum. Bayangan rupiah puluhan juta sudah terpampang nyata takkala melihat keramba ya  yang berukuran 6x6 meter sudah memasuki masa panen. Bupati Syamsuddin, Minggu (16/9) didampingi Ketua TP PKK, Ny.Hj. Rismayani, dan kadis Perikanan Pemrov Sulsel, Sulkaf Latif, melakukan panen lobster yang dipeliharanya 8 bulan yang lalu. Hasilnya, sekitar 35 kg lobster hidup dengan harga kisaran Rp 600 ribu lebih per kilonya atau sekitar Rp 21 juta. 
"Ini peluang yang sangat menggiurkan. Pemkab akan bantu tahun depan untuk nelayan lobster," kata Syamsuddin di hadapan para nelayan. Ia berharap, agar mereka dapat meningkatkan taraf ekonomi dengan budidaya lobster.Apalagi, hasilnya sangat menjanjikan dengan harga Rp 600 ribu per kilo.
Kadis Perikanan Pemrov Sulsel, Sulkaf Latif, mengharapkan Pangkep dapat mempertahankan statusnya sebagai daerah baru penghasil lobster di Sulsel selain Bantaeng dan Takalar. Namun, ia mengajak para warga di Pulau Balang Lompo kecamatan Liukang Tupabiirng untuk memanfaatkan laut bukan hanya  lobster namun budidaya lainnya seperti ikan dan mutiara.
Nelayan budidaya lobster di pulau Balang Lompo sekitar 110 orang, dengan jumlah bibit mencapai 100-200 ekor per keramba. Umumnya mereka panen pada bulan September ini namun ada juga pada Desember dan Januari. Umumnya hasil lobter mereka dijual ke Jakarta untuk bahan ekspor.
Kadis Perikanan Pangkep, Ir.Hj.A.Farida, mengatakan, selain melakukan panen juga Bupati melakukan restoking atau melepas kembali anak lobster yang masih kecil-kecil di alam bebas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar